karya DR.
IR. Agusli Taher , Rabu (18/1)
di ruang seminar Fakultas Ilmu
Budaya Unand, kampus Limau Manis, Padang.
Bedah buku pertama
tentang sejarah perkembangan musik Minang modern itu dilaksanakan tiga pakar Unand, DR. Suryadi Sunuri yang kini menjadi staf
pengajar di Leiden Univercity Belanda, DR. Ivan Adiillah dan Eka
Megalia, M.Hum.
Menurut beberapa musisi Minang, kehadiran buku PPMMM pantas diapresiasi
karena tak banyak para penulis yang mau meneliti dan menulis sejarah
keberadaan musik Minang modern, termasuk kalangan perguruan tinggi yang
terkait dengan seni.
Agusli Taher, penulis yang dalam blantika
musik lebih dikenal dengan nama Agus Taher ketika ditemui beberapa waktu
lalu mengatakan, kesediaan para pakar budaya tersebut membedah
Perjalanan Panjang Musik Minang Modern merupakan kehormatan bagi
pencinta musik Minang.
“Tak banyak pakar yang peduli pada
sejarah, perkembangan dan pengembangan music Minang modern. Dari itu
sangat berterimakasih atas kesediaan ketiga pakar Unand Padang yang
telah berkenan membedah buku saya tersebut,” kata Agus Taher.
Selain berisi sejarah perjalanan musik Minang modern, buku PPMMM itu
juga memuat biografi singkat sejumlah musisi Minang dari beberapa
dekade.
“Keterbatasan waktu dan informasi membuat saya tidak bisa
memuat seluruh musisi yang ada dan punya andil dalam perkembangan musik
Minang. Untuk itu saya hanya memuat beberapa musisi plus. Dalam artian,
selain musisi dia juga berperan aktif dalam perkembangan music Minang
melalui beberapa aktifitas lain yang terkait dengan perkembangan dan
pengembangan music Minang,


